Dimensi: 124×64×11mm; full touchscreen; material plastik; port audio jack 3.5mm; volume rocker; port microUSB, lubang mic; tombol power/lock (sekeliling ponsel dari sisi atas)
Secara fisik Andromax C terlihat mirip dengan produk yang menjadi cikal bakal Andromax Series yaitu Smartfren Andro 4.0 (HS-E910). Keempat sudutnya lebih membulat dibanding beberapa tipe Andromax lainnya. Di sisi belakang pun demikian, Andromax C tampak lebih membulat.






Display
Layar sentuh TFT LCD kapasitif, 16 juta warna, 480×800 piksel, 4 inci, multi touch
Daya tarik Andromax C sebagai smartphone dengan harga miring bisa dimulai dari sektor layar. Dimana meski harganya relatif murah smartphone yang merupakan rebrand dari produk HiSense bertipe AD686G ini telah dibekali layar dengan ukuran yang cukup luas. Dengan resolusi WVGA pada bentang diagonal mencapai 4 inci, ponsel ini memiliki tingkat kerapatan piksel mencapai 233 piksel per inchi. Hal ini terlihat dari ketajaman gambar yang tertampil pada layar Andromax C yang terlihat cukup baik bahkan tergolong superior untuk kelas harga yang ditawarkan.


OS dan UI
Android OS, v4.0.4 (ICS)
Dari 4 tipe smartphone anggota teranyar jajaran Andromax series yang diluncurkan Smartfren, hanya Andromax C lah yang menggunakan Android versi ICS seperti beberapa tipe Andromax sebelumnya.

Meski begitu, pastinya bagi pengguna pemula yang disasar sebagai pembeli potensial produk ini, hal tersebut bukan masalah mengingat sebagian besar fitur unggulan Android sudah bisa dinikmati pada versi ini.




Hardware dan Benchmark
Prosesor: Dual-core 1GHz, Chipset Qualcomm QCT MSM8625 SURF; GPU Adreno 203; Memori internal: 512 MB RAM, 4GB ROM; Memori eksternal: microSD up to 32GB, baterai Li-Ion 1420 mAh
Di sektor hardware inilah PULSA melihat daya tarik utama Andromax C. Ponsel ini menggunakan prosesor dual core dengan kecepatan mencapai 1 GHZ yang sama sekali tak lazim untuk ponsel seharga 600 ribuan.


Dari 4GB memori internal yang tersedia, sistem membaginya atas dua area penyimpanan yaitu penyimpanan internal dan penyimpanan telepon yang masing masing sebesar 1,79GB dan 1GB.


Konektifitas
Dual GSM-CDMA, CDMA 800MHz; GSM 850/900/1800/1900MHz; CDMA 2000 1x EVDO Rev A, GSM EDGE, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi hotspot, Bluetooth, microUSB v2.0, USB Tethering, audio jack 3.5mm, Portable hotspot; HTML, Adobe Flash
Andromax C memungkinkan pengguna untuk dapat menggunakan kartu RUIM CDMA dan SIM GSM yang diaktifkan bersamaan. Tentunya, slot CDMA hanya bisa digunakan dengan kartu Smartfren.



Diluar itu, ada pilihan konektifitas wifi, Bluetooth dan micro USB untuk berbagai keperluan pengguna.
Paket Bundling
Seperti Andromax terdahulu, ponsel ini juga dijual dalam paket bundling dengan kartu perdana Smartfren yang termasuk paket Smart Plan seharga Rp. 50.000.
Paket ini terdiri dari 1.5 GB volume data, 20 menit nelpon ke operator lain, nelpon sepuasnya ke semua Smartfren dan 60 SMS ke semua operator yang berlaku selama 30 hari setelah aktivasi.
Kamera
2MP, 1200x1600pixels; Geo-tagging, touch focus; Perekam video: VGA
Kamera bisa dikatakan sebagai sektor paling lemah dari Andromax C. Dibanding Andromax lainnya, ponsel ini punya kamera dengan resolusi maksimal tangkapan terkecil (2MP). Jangan cari fitur seperti autofocus, efek, filter dan sejenisnya, karena Anda tidak akan menemukannya di ponsel ini.






Kelebihan
• Harga murah
• Layar 4 inci
• Dual core 1GHz
• Paket bundling seharga 50 ribu
Kekurangan
• Android masih ICS
• Kamera sebatas 2 megapiksel



























